Ratusan malam telah kita lalui bersama. Banyak kejadian yang t’lah terbagi menjadi sebuah cerita antara kita. Semuanya berjalan biasa saja seolah dunia takkan beri rasa yg lebih dari rasa yang ada dalam diri masing-masing kita.
Sahabat, itulah ikatan yang terjadi antara kita selama ratusan hari ini. T’lah begitu banyak kisah pribadiku yang kubagi denganmu seperti halnya kamu dengan semua kisah yang t’lah juga kau bagi denganku. Setahuku dan begitulah memang adanya di perasaanku, hari-hari telah kita lalui dengan ketulusan, sebuah rasa kasih tanpa pamrih. Sebuah kasih seorang sahabat.
Benar adanya memang bahwa kita memiliki banyak kesamaan satu sama lain, tapi toh itu semua t’lah kita sadari sejak dulu dan kita bisa tetap menjadi seorang sahabat, diantara kekasihmu dulu yang juga sahabatku
Sahabatku (yang kini kekasih hatiku), benarkah kita memang pernah berniat bersama sedari dulu? Benarkah perasaan sayang bisa tumbuh dengan niat hingga tiba waktunya? Bukannya setahuku perasaan sayang ini tumbuh begitu saja di aku dan kamu dan itupun baru saja terjadi dengan tiba-tiba. Salahkah aku, Salahkah kamu jika kita tiba-tiba saling mencintai dan menyayangi melebihi ikatan yg terjadi antara berdua selama ini? Bukankah rasa sayang dan cinta sumbernya dari Allah semata?
Kekasihku (yang dulunya sahabatku…) kurasa cinta dan kasih ini bukanlah suatu kesalahan kita, pun jika itu dianggap sebagai kesalahan oleh sebagian kecil penghuni dunia. Cinta dan kasih adalah milik siapa saja yang dipersatukan oleh Allah dan diperkenankan untuk merasakannya.
Kamis, 21 Mei 2009
SURAT UNTUK SAHABAT
Diposting oleh artyn merdecha di 23.53
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar